Healthy Lifestyle, Beauty , MOM101

Tuesday, 21 November 2017

7 Tips Berhemat Untuk Ibu Rumah Tangga Setelah Tidak Bekerja



Berapa banyak diantara wanita karir yang harus berhenti bekerja karena alasan untuk menjaga anak-anaknya atau karena alasan lain yang di dasari oleh kepentingan keluarga. Salah satu hal yang paling terasa adalah perubahan financial, beberapa diantara teman atau kolega yang saya kenal sewaktu saya masih bekerja, kebanyakan dari mereka mengkhawatirkan segi financial bila tidak bekerja banyak diantara mereka yang memang tulang punggung keluarga meskipun suami ada dan bekerja tapi penghasilannya dibawah istri, memang tidak enak di bacanya tapi ini kenyataan dan banyak faktor kenapa bisa seperti itu bukan hanya karena daya juang laki-laki yang kurang.

Untuk saya pribadi, saya sudah memasuki 6 bulan melepas status wanita bekerja. Diawal -awal memang terasa banget biasanya setiap bulan menerima gaji tapi ini ga ada belum lagi harus membagi-bagi pos-pos pengeluaran yang jadinya per minggu karena suami juga bukan pegawai kantoran.  Tentunya saya harus menghemat pengeluaran dan memilah prioritas, ada beberapa pengeluaran yang harus saya potong bahkan hilangkan , berikut tips-tips nya ;


1. Mengubah belanja bulanan menjadi belanja mingguan

Dulu untuk kebutuhan pokok seperti beras, minyak , alat kebersihan rumah, alat mandi, yang sudah bisa diperhitungkan akan di konsumsi satu bulan saya akan belanja di awal bulan supaya tidak sering-sering belanja, tapi alhasil setiap minggu saya tetap saja belanja ke supermarket entah membeli keperluan yang ternyata lupa beli diawal atau ada yang tiba-tiba sudah habis atau sekedar membeli cemilan untuk isi lemari es. Saya merasa pengeluaran saya membengkak untuk grocery shopping mungkin bisa lebih dari 1/4 gaji saya dan itu pun belum termasuk sayer mayur dan buah.

Sekarang, saya belanja tiap minggu saya beli barang-barang yang memang benar-benar sudah habis atau akan habis dalam minggu ini dan saya hanya membeli jumlah yang cukup untuk kebutuhan satu minggu, kalau dihitung pengeluaran saya dikalikan empat minggu sangat jauh lebih hemat.

2. Menggunakan satu ART saja untuk membantu mengerjakan urusan domestik

Dilema ibu bekerja adalah ART, buat saya agak lucu saya kerja dan uang saya juga dipakai untuk menggaji pembantu, satu anak satu nanny kebayang dong saat ini saya punya dua anak , kalau saya hamil lagi dan masih bekerja setelah melahirkan saya harus menggaji nanny baru, belum lagi ada mbak yang khusus untuk merapikan rumah, masak dan cuci pakaian. Ketika saya sudah berhenti, anak-anak saya yang jaga jadi saya hanya memiliki satu ART saja untuk pegang urusan domestik dan sesekali menjaga anak ketika saya sedang ada urusan diluar. Dari situ saya bisa berhemat dan bisa saya alokasikan untuk dana yang lainnya.

3. Menggunakan Katering untuk makan siang dan malam sesuai budget

Katering ternyata tidak mahal, untuk saya pribadi yang tidak suka masak akan sangat membantu dari segi waktu, pikiran dan pengeluaran tentunya. Saat ini saya menggunakan jasa katering rumahan, jadi bukan yang special khusus diet atau healthy food , makanannya pun tidak bisa memilih mau apa terkadang wow terkadang Alhamdulillah hihi. Oh ya, Alhamdulillah nya lagi harga per harinya pun sangat terjangkau yaitu Rp. 30,000 sudah dapat 3 sampai 4 menu dan porsinya bisa untuk 2 kali makan untuk dua orang dewasa. Karena ART dirumah ga nginep dan pulang siang jadi saya ga perlu menyiapkan makan siang juga .

4. Mengurangi Penggunaan Diapers

Buat ibu-ibu pengeluaran yang paling membengkak adalah diapers, bukan ? anak pertama saya berusia 3 tahun dan anak kedua berusia 1.5 tahun. Untuk si kakak karena sudah bisa ngomong dan sudah diajarkan dari usia 2 tahun kalau mau BAK atau BAB itu harus ke kamar mandi makanya dia hanya pakai diapers di malam hari saja, sementara kalau si adik karena lebih sering minum ASI BAK nya pun ga terlalu sering dan siang hari juga biasanya ga pakai , kalaupun tidur siang ga suka ngompol jadi ga dipakaikan diapers pun gak apa-apa. Selain itu ukuran diapers mereka pun sama, dan sekarang saya pakaikan merek yang sama karena lebih hemat, dengan harga yang sama saya dapat jumlah yang lebih banyak tapi kualitasnya sama yang terpenting extra soft untuk mencegah iritasi.

5. Mengalihkan belanja beberapa kebutuhan di supermarket ke pasar tradisional

Karena untuk makan sehari-hari saya dan suami dari katering, untuk belanja sayur mayur,buah-buahan dan beberapa bahan makanan mentah untuk anak-anak saya beli di pasar selain lebih fresh harganya pun masih bisa ditawar, tapi ada juga loh beberapa barang-barang yang justru lebih murah kalau beli di supermarket. Selain bahan makanan pokok, diapers dan susu juga saya lebih memilih beli di toko khusus perlengkapan bayi dan anak, karena harganya jauh lebih murah dibandingkan di supermarket, bedanya bisa sekitar Rp. 20,000 - Rp. 50,000, coba di kalikan berapa banyak box susu dan diapers yang dibutuhkan setiap bulannya, kalikan lagi dua untuk saya karena saya punya dua anak :) 





6. Memanfaatkan diskon akhir pekan

Ada beberapa supermarket yang memberikan diskon khusus untuk akhir pekan, nah biasanya saya dan suami suka memburu promo-promo terutama untuk cemilan dirumah. Entah yang diskon atau promo beli satu gratis satu. Bahan-bahan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng dan gula juga biasanya promo oleh karena itu saya lebih suka belanja di supermarket ketika akhir pekan ketimbang di pasar untuk barran-barang diatas.

7. Bijak dalam menggunakan fasilitas kartu kredit

Kartu kredit bisa menjadi musuh tapi sebenarnya akan sangat membantu kalau kita bijak dalam menggunakannya. Dulu sewaktu ditawari buat kartu kredit saya malas dan takut, akhirnya saya mau karena teman saya yang menawarkan dan menjelaskan kalau saya bisa gunakan untuk keperluan mendesak misalnya untuk urusan rumah sakit, Alhamdulillah saya jarang pakai untuk urusan rumah sakit tapi lebih untuk konsumtif belanja bulanan. Biasanya saya siasati dari tanggal cetak , jadi kalau belanja setelah tanggal cetak maka tagihan akan masuk ke tagihan bulan depan. Jadi saya bisa manfaatkan kartu kredit ini kalau memang dana cash nya ga ada tapi kebutuhan mendesak, biasanya sih kebutuhan untuk anak-anak tapi setelah dananya tersedia harus segera alokasikan untuk membayar kartu kredit supaya tidak lupa.



Semoga tips ini berguna, thanks for reading :)



                                                                                                        FIT2FANCY



0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

http://users.instush.com/ajax-api/blogger-gadget.aspx?src=%2F%2Fusers.instush.com%2Fbee-gallery-v2%. Powered by Blogger.

Follow by Email

Mom of two who loves beauty and nature // passionate about writing

There was an error in this gadget