Healthy Lifestyle, Beauty , MOM101

Wednesday, 27 September 2017

Healthy Breastfeeding Talk & Cooking Demo Event , and My Breastfeeding Journey

I promise myself that my weekend will gonna be my " productive me time " ga harus selalu datang ke acara-acara meski dirumah pun biasanya sabtu saya gunakan untuk foto dan editing karena pada hari itu suami ga terlalu sibuk jadi bisa ikut bantuin dan saya juga menjelaskan ke mba yang bantu dirumah untuk selalu stand by di hari sabtu jagain anak-anak sementara saya bekerja dalam beberapa jam penuh tanpa  harus terpotong untuk urusan domestik dan anak-anak.

Sabtu lalu, dimana kebanyakan orang mengambil libur panjang bersama keluarga saya malah memutuskan datang ke acara Breastfeeding Talk yang diselanggarakan oleh Herbilogy dan Burgreens. Ketika mendapat info tentang acara ini saya sangat semangat karena temanya itu pas banget dengan kondisi saya yang masih menyusui meskipun anak kedua saya sudah berusia 18 bulan tapi masih sering banget menyusu dan di acara itu juga saya berkesempatan untuk bertemu dengan Max Mandias dan Helga keduanya Owner dan Co-Founder Burgreens yang sudah saya dan suami saya kenal sejak mereka masih merintis Burgreens dari Bazar sampai akhirnya membuka toko pertama mereka di Rempoa.  Acara yang juga menghadirkan penyanyi Andien dan productive mama's Danesya Januar dan mba Irna sebagai pembicara terselenggara di Union Yoga , Dharmawangsa. Pagi itu saya datang lebih awal karena jalanan jakarta sedang bersahabat ketika masuk ke tempat acara saya menyapa Max yang sedang mempersiapkan beberapa  menu untuk cooking demo saya ga menyangka kalau nantinya seluruh peserta yang hadir bisa mencicipi setiap menu yang ada di hari itu, Long Story Short sebelum saya berbagi isi dari topik mengenai breastfeeding karena nanti akan saya sambung dengan perjalanan menyusui saya, saya akan berbagi resep green smoothies dan poin-poin penting yang di bagikan oleh chef Max untuk asupan ibu menyusui. 





Bahan-Bahan

4 batang Pakcoy
+/- 10 batang Bayam
1 sdm Herbilogy bubuk daun katuk (jika tersedia)
Nanas Beku sesuai salera
Pisang Beku sesuai selera
Flaxseed (jika tersedia)
-/+ 100 ML Air/ Coconut Water

Cara Membuat

Campur semua bahan dalam blender /juicer lalu sajikan
boleh ditambahkan chia seed di atasnya sebagai optional.

Smoothies ini rasanya enak dan segar sama sekali tidak terasa pahit karena campuran nanas dan pisang membuat rasa manis alami buahnya terasa. Sewaktu membuat beberapa menu Max menjelaskan bahwa menu-menu yang di buat untuk acara ini adalah hasil dari pembicaraan dengan Debora dari Herbilogy dan Irna dari Productive Mama's juga googling tentang asupan gizi dan nutrisi yang diperlukan ibu menyusui. Dalam ASI terdapat kalsium dan magnesium yang seimbang , dan magnesium tidak ditemukan pada Dairy Product jadi tidak perlu khawatir bagi ibu menyusui yang diharuskan diet dari semua Dairy product jika sang anak alergi terhadap susu sapi dan dairy product lainnya seperti roti, keju,  dan lain-lain. Dalam  suatu survey juga ditemukan bahwa negara yang mengkonsumsi Dairy product terbesar juga merupakan negara yang tinggi osteoporosis, menarik bukan ?. Nah, Penggunaan Pakcoy dalam smoothies ini juga karena dalam batangnya terdapat banyak magnesium jadi harus masukan sampai kebatangnya tidak hanya daunnya saja. Lalu 2 sendok Flaxseed juga mengandung 2 mg omega 3 menurut Max kandungan omega  ini cukup tinggi untuk kebutuhan sehari-hari jadi tidak harus mengkonsumsi ikan laut apalagi saat ini laut sudah semakin tercemar dan ikan-ikan  juga tidak terjamin kualitasnya.





Saya memang banyak belajar di acara ini tentang nutrisi dan gizi yang diperlukan bagi semua orang bukan hanya ibu menyusui, sekarang ini saya memang konsen sekali dengan bahan-bahan masakan termasuk bumbu yang digunakan , untuk garam dan penyedap rasa saya sudah mengganti dengan yang natural , bebas MSG dan tanpa pengawet meski agak mahal tapi lebih aman lebih baik menghindari sakit karena biaya berobat tentunya jauh lebih mahal bukan ?


Selain smoothies tadi, Max menyiapkan 3 menu lainnya diantaranya Sweet Potato Milkshake , No Food Processor Protein Balls (tidak ada foto - karena habis dibagikan ke peserta) , Crunch Wrap Supreme With Spicy Cream, kalau tertarik ingin coba menu ini dirumah, tinggalkan komen ya nanti saya share resepnya di postingan berbeda.




Lalu bagaimana dengan sharing breasfeeding journey dari empat narasumber di acara tersebut, kali ini saya tidak akan membahas hal-hal yang sudah umum dibicarakan seperti masalah Stock ASIP, bagaimana ASI lancar, tantangan selama menyusui dan hal umum lainnya karena kalau di google topik ini pasti sudah banyak sekali yang bahas dan rata-rata sama. Jadi yang akan saya share disini adalah pentingnya ASI bagi hal yang tidak sama sekali terlintas dalam pikiran kita atau paling tidak terlintas dalam pikiran saya sendiri. Saya sering ditanyakan oleh beberapa ibu, apa perbedaan antara anak yang diberikan ASI dan tidak karena umumnya ASI akan berpengaruh pada sistema imunitas anak, anak yang diberikan ASI sistem imunnya akan jauh lebih baik tidak gampang sakit dan kalau sakit cepat sembuhnya.


Sedikit bercerita tentang my breastfeeding journey yang saya bisa berikan pada anak kedua saya dan itupun tidak full ASI sampai sekarang usianya 18 bulan, anak saya yang pertama pun hanya saya susui kurang lebih satu bulan karena kondisi saya saat itu yang harus menjalankan operasi usus buntu dan karena ada perlengketan di usus harus dirawat 2 minggu di rumah sakit jadi tidak ada stimulasi dari hisapan anak saya jadi ketika di pompa hasilnya sedikit dan sulit sekali memompa dalam kondisi tangan di infus. Saat itu saya memiliki stock ASIP tapi sedikit sekali jadi dengan terpaksa anak saya harus diberikan susu formula apalagi anak pertama saya lahir prematur dengan bb 2,4 kg kalau ingat masa-masa itu memang menyedihkan dan pengetahuan saya mengenai ASI, ASIP dan hal-hal yang berhubungan dengan itu minim sekali. Tapi, saya tetap bersyukur karena anak pertama saya meski hanya mendapat ASI dalam satu bulan usianya dia tidak mudah terkena penyakit dan kalau sakit pun cepat sembuh  saya tidak melihat perbedaan pada imunitas anak pertama dan kedua saya. Setelah saya perhatikan anak pertama saya itu tidak pilih-pilih makanan dari mulai saat MPASI sampah sekarang, tidak susah makan sayur, sangat suka makan buah dan minum air putih.



Tapi seperti yang saya sebutkan diatas ada fakta menarik yang saya tahu mengenai pengaruh ASI pada diri seorang manusia selama hidupnya. Fakta ini di share oleh Andien yang memang memiliki wawasan mengenai breastfeeding yang cukup baik meski banyak menuai pro kontra dari isi instagramnya ya. Saya tidak menghakimi apa yang ramai dibicarakan dari instagram sampai akhirnya saya bisa bertemu langsung dan mendengarkan sharing pengalaman dari Andien yang cukup masuk akal menurut saya, karena setiap orang punya pengalamannya masing-masing yang membawa mereka mencari informasi sesuai apa yang ia butuhkan jadi kalau hasilnya beda ya biarkan saja , hargai apapun pilihannya :) . Apa yang Andien share membuat saya tidak tenang karena terbukti pada anak saya sendiri, menurut apa yang ia pelajari bahwa di 1000 hari kehidupan manusia adalah penentu bagi kehidupannya untuk 10 tahun , bahkan selama hidupnya. 1000 hari kehidupan dihitung pada saat anak dalam usia 0 di dalam kandungan kalau dihitung mudah 1000 hari = 2 tahun. ASI diberikan sampai anak berusia 2 tahun, dalam mengASI-hi tidak hanya sekedar ibu memberikan air susu untuk memberikan kehidupan bagi anaknya, tapi posisi mendekap , eye contact dan komunikasi berupa bahasa tubuh tidak hanya menciptakan keamanan pada si bayi tetapi juga berpengaruh pada karakternya.

Andien, menanyakan pada ibunya dari empat orang anaknya masing-masing disusui berapa lama
dan setelah tau Andien menyimpulkan ada perbedaan karakter dari masing-masing lamanya disusui. Untuk yang disusuinya lebih sebentar, karakter yang terbentuk membuat anak jadi merasa tidak nyaman jika berada di tempat umum, terkesan takut, minder , pemalu dan lebih pesimis dibandingkan anak yang disusui lebih lama. Setelah mendengar ini, saya langsung merasa mendapat jawaban atas pertanyaan saya, anak pertama saya memang tidak memiliki kepercayaan diri saat berada dilingkungan baru , seperti takut atau tidak nyaman dengan teman-temannya. Jadi inilah yang saya alami , ini perbedaan anak yang diberikan full ASI dan yang tidak. Andien juga menyampaikan bahwa perbedaan itu tidak langsung muncul dalam waktu dekat tapi bisa juga terlihat puluhan tahun kedepan.  Saya jadi teringat info yang diberikan suami saya kalau di Jepang, orang Jepang itu tidak meminum susu sapi, mereka sudah cukup menyusu sampai usianya 2 tahun saja lalu di jerman juga sekitar 5 tahun yang lalu sudah memberikan cuti melahirkan sampai 2 tahun usia anaknya sepertinya negara-negara maju ini sudah aware tentang manfaat ASI bagi kelangsungan generasi nya, semoga Indonesia juga bisa segera mengikuti ya.

Membahas tentang ASI memang tidak ada habisnya ya, kalau ada yang mau ditanyakan seputar ASI
boleh tinggalkan komen dibawah ya mungkin ada beberapa pertanyaan umum yang bisa saya jawab berbekal pengalaman sendiri dan dari event-event yang saya sudah ikuti.

Semoga bermanfaat dan terima kasih yang sudah membaca!



                                                                                                                     FIT2FANCY








5 comments:

Post a Comment

Search This Blog

http://users.instush.com/ajax-api/blogger-gadget.aspx?src=%2F%2Fusers.instush.com%2Fbee-gallery-v2%. Powered by Blogger.

Follow by Email

Mom of two who loves beauty and nature // passionate about writing

There was an error in this gadget