Healthy Lifestyle, Beauty , MOM101

Wednesday, 13 September 2017

10 Things I Want To Reach After Turning 30




Yes I'm 30 Years Old Now! Tepatnya 2 hari yang lalu, kata orang usia 30 tahun untuk seorang wanita adalah usia kejayaan dan kesuksesan dalam hidup karena dianggap sudah matang dan siap memegang tanggung jawab yang lebih besar.  Setiap ulang tahun buat saya selalu saya jadikan waktu untuk intropeksi diri dan membuat rencana perubahan dalam hidup kedepannya. Nah, karena tahun ini adalah momentum peralihan dari usia kepala 2 menjadi kepala 3 dan banyak hal yang terjadi di tahun ini yang memberikan pelajaran. 

Ada 10 hal yang ingin saya capai demi masa tua yang lebih sehat dan sejahtera,


1. Menjadi Pribadi Yang Lebih Sabar 

    Semenjak dua bulan terakhir saya menghabiskan banyak waktu untuk mengurus anak-anak saya 
    langsung dirumah dan tingkat emosional saya semakin bertambah. Seringkali saya terpancing anak 
    saya yang sedang tantrum, meskipun sudah mengikuti beberapa parenting sharing tentang cara 
    menghadapi anak yang sedang tantrum dan cara mengurus anak tanpa bantuan pengasuh ternyata 
    hal itu tidaklah mudah , mom's duty itu benar-benar melelahkan ada hari dimana saya tidak bisa 
    melakukan  hal untuk diri saya sendiri karena harus mengurus kedua anak saya, kalau mereka tidur 
    saya ikut istirahat karena kelelahan atau terkadang harus menemani yang lainnya karena jam tidur
    kedua anak yang tidak bersamaan. Well, semua ibu mengalami hal yang serupa apalagi yang 
    senasib dengan saya, punya dua anak yang masih batita dan mengurus sendiri. Karena itu kunci 
    supaya tetap "waras" adalah sabar, sering kali membaca berita ada seorang ibu yang tega menyiksa 
    anaknya sendiri, atau seorang ibu yang mengalami baby blues ternyata setelah saya rasakan sendiri 
    sumbernya adalah kesabaran. Menjadi ibu adalah tantangan terbesar seumur hidup karena yang 
    dihadapi adalah anak manusia, buah hati sendiri jadi stock sabar harus banyak untuk seumur hidup. 

2. Lebih Konsisten Dalam Merawat Wajah dan Tubuh
    
   Saya bukan orang yang rajin dalam merawat kencantikan diri, pengetahuan tentang skincare sangat
   minim, sampai dua tahun terkahir ini saya baru tahu ada serum dan eye cream dan satu tahun ini 
   baru mengaplikasikan yang namanya double cleansing dan massage wajah. Meskipun sudah mulai 
   rutin merawat diri dengan rangkaian skin care yang komplit tapi masih belum begitu konsisten, 
   untuk malam hari saya sering sekali kebablasan tidur jadi tidak melakukan ritual skin care rutin 
   karena sudah begitu capeknya dan ngantuk. Nah diusia kepala tiga ini saya ingin berusaha untuk 
   tidak melewati skin care rutin baik pagi dan malam hari karena kondisi kulit wajah yang secara
   alamiah akan menurun mulai jumlah kolagen dan melambatnya proses regenerasi kulit secara alami
   Bukan hanya wajah yang harus diperhatikan, tapi juga kulit tubuh. Saya baru tahu karena kulit 
   tubuh saya lebih cenderung kering dibanding kulit wajah saya , maka lotion untuk tubuh yang 
   cocok adalah yang berbentuk oil karena efeknya sangat cepat terasa dikulit. Saat ini saya memakai
   almond oil untuk perawatan tubuh, tidak lupa foot cream untuk bagian tumit supaya tidak pecah-
   pecah dan hand cream untuk merawat serta kuku tangan.

3. Rajin Olahraga
  
    Saya sudah lupa kapan terakhir berolahraga, mungkin saat sedang mengandung anak saya yang
    kedua waktu ikut senam hamil. Padahal manfaat olahraga itu sangat bagus sekali selain membuat
    badan terasa lebih sehat dan segar, pikiran pun juga lebih rileks jadi bisa menghilangkan stress tapi
    untuk olahraga saya kurang suka yang sifatnya individual seperti bersepeda atau lari sendirian.  
    Saya lebih menyukai olahraga seperti senam atau yoga yang dilakukan bersama-sama karena saat
    ini tidak memungkinkan meninggalkan anak-anak untuk ke gym. Saya mungkin akan senam 
    dirumah bersama anak-anak sekalian menjadi bonding time karena mereka pasti senang ikutan
    gerak dengan backsound yang semangat.

4. Konsumsi Lebih Banyak Makanan Sehat
    
    Ini yang menurut saya lebih sulit karena makanan enak itu sumber kebahagiaan saya sekarang ini
    tapi makanan enak itu ga semuanya sehat sebut saja indomie. Siapa sih yang ga suka sama 
    indomie ? Meskipun sekarang ini konsumsi indomie hanya 1-2 kali seminggu tapi rasanya agak
    berdosa dengan badan sendiri merasa ga kasih gizi yang baik apalagi sekarang masih menyusui
    konsumsi makanan bergizi untuk diri sendiri bisa sangat berpengaruh terhadap kualitas ASI 
    menurut saya. Selain itu yang sulit saya hindari adalah makanan pedas, duh rasanya kalau makan 
    tanpa sambal atau saus itu kurang lengkap meskipun porsinya juga ga banyak tapi tetap harus ada. 
    Nah, untuk saat ini yang saya lakukan adalah mengganti penggunaan bumbu dapur dan penyedap
    masakan yang bebas pengawet dan MSG juga diproses dengan proses yang alami. Selain itu saya
    juga mengganti konsumsi susu dengan susu almond buatan sendiri. Untuk kedepannya, saya akan 
    membuat makanan yang render lemak dan kalori meski tidak ada masalah dengan berat badan 
    namun dari apa yang saya baca kolesterol tidak hanya ditandai dengan berat badan jadi harus 
    tetap berhati-hati, meskipun bahan-bahan makanan akan menjadi lebih mahal karena organik tapi
    ga sebanding dengan biaya rumah sakit yang harus dikeluarkan jika tidak menjaga asupan gizi 
    yang saya konsumsi. 

5. Disiplin Dalam Beribadah 

    Tidak bisa dipungkiri, terkadang karena terlalu banyaknya aktivitas atau permasalahan sehari-hari
    ibadah menjadi hal yang sering kali dilewatkan. Meskipun Solat lima waktu sudah tidak pernah 
    absen tapi lebih sering dikerjakan di saat injury time atau di sisa-sisa waktu setelah mengerjakan 
    hal lainnya. Padahal dari pengalaman pribadi saat mengerjakan ibadah secara disiplin akan sangat 
    meringankan pekerjaan lain setelahnya, sering ga sih kita menunda solat isya setelah adzan karena
    masih harus mengurus anak-anak sampai mereka tertidur, dan akhirnya kita malah ikut ketiduran 
    bangun-bangun sudah jam 12 malam rasanya ga akan tenang, beda rasanya ketika ibadah solat
    sudah dikerjakan di awal. Disiplin dalam beribadah juga akan berdampak untuk mendisiplikan diri
    dalam melakukan perkerjaan apapun dan menjadi pribadi yang lebih tenang karena ga diburu-buru 
    untuk menyelesaikan tugas karena waktu solat sudah mau habis, satu lagi ini adalah cara ampuh
    dalam mengajarkan anak-anak untuk beribadah tanpa harus diteriaki dulu. Semoga bisa konsisten!

6. Bijak Dalam Mengatur Keuangan 

    Saya tidak terbiasa untuk mempost pengeluaran ga heran kalau setiap bulan ada aja pengeluaran
    yang tak terduga dan sifatnya konsumtif. Tahun ini agak menyesal karena tidak menyiapkan 
    dana liburan untuk keluarga jadi hiburannya hanya supermarket dan mall. Beruntung karena di
    tahun ini juga saya banyak dipertemukan oleh orang-orang yang sudah pandai mengatur financial 
    mereka jadi saya dapa bocoran beberapa tips untuk mengelola keuangan rumah tangga. Untuk 
    sekarang ini fokus utama kami adalah menabung untuk biaya sekolah anak-anak kami kelak, saat 
    ini anak saya yang pertama Marsa (3 tahun ) dan Maira (17 bulan), saya punya waktu kurang lebih
    4-5 tahun lagi untuk bisa mengumpulkan dana pendidikan sebagai simpanan di awal karena kalau 
    mereka sudah masuk sekolah dasar dapat dipastikan sebagian besar pengeluaran kami akan 
    dihabiskan untuk keperluan sekolah dan kegiatan penunjang lainnya. Namun untuk urusan asuransi 
    alhamdulilllah making-masing anak kami sudah terlindungi asuransi kesehatan yang dapat menjadi
    tabungan untuk pendidikan mereka nantinya.

7. Melakukan Segala Sesuatu Lebih Mindfull, Berpikir Saat Ini Dari Pada Lebih Visioner
     
    Poin ini masih berhubungan dengan poin no. 1 tadi, karena ga sabaran akhirnya mengerjakan 
    segala sesuatu menjadi terburu-buru, tidak maksimal dan tidak menikmati prosesnya. Terkadang 
    juga membuat pikiran jadi berpikir lebih jauh pada hal-hal yang masih 5-10 tahun lagi, misal 
    ketika sedang menemani anak bermain, pikiran tidak benar-benar ada disitu jadi tidak menikmati
    bonding time dengan anak-anak menjadi tidak bersyukur atas waktu yang dimililki lebih banyak 
    dari pada ibu lain yang harus merelakan sebagian besar waktunya untuk bekerja di kantor. 

8. Lebih Ikhlas

    Banyak hal yang terjadi dalam hidup saya tahun ini yang membawa banyak perubahan, ada yang 
    baik tapi lebih banyak lagi yang datang sebagai ujian untuk melatih keikhlasan saya sebagai
    manusia. Meskipun sekarang ini ada satu dari sekian banyak ujian yang belum sepenuhnya saya
    ikhlaskan tapi saya yakin dengan keteguhan hati untuk terus berlanjut waktu akan membantu saya 
    untuk ikhlas menerima, saya sadar kapasitas diri sebagai seorang manusia yang masih lemah iman-
    nya saya harus jujur kalau saya belum bisa semudah itu ikhlas. Semoga setelah segala duka dan  
    kehilangan ini akan digantikan dengan yang lebih baik, seperti bunyi dari satu ayat yang paling 
    saya suka " Dalam setiap kesulitan, akan ada kemudahan" . Dengan belajar untuk menjadi ikhlas
    juga akan membantu untuk meringankan beban hidup dan lebih bahagia, kalau kita sadar bahwa 
    apa yang terjadi dalam hidup kita, apa yang kita miliki itu semua akan kembali pada sang Pencipta
    bahwa ini hanya sementara dan itu hanya titipan maka tingkat stress akan jauh berkurang. 
    
9. Selalu Berusaha Berprasangka Baik Terhadap Apapun
   
    Salah satu kekurangan saya diawal-awal adalah berpikiran negatif pada orang yang pertama kali
    saya kenal dan tingkah lakunya masuk dalam kriteria orang-orang yang tidak akan menjadi teman
    dekat saya atau terhadap segala hal yang saya tidak yakini. Pikiran negatif ini justru merusak 
    kesempatan -kesempatan baik yang bisa saja datang dari siapapun dan manapun. Semakin dewasa 
    saya jadi semakin mengerti bahwa setiap orang memiliki kebaikan yang dibawanya, bahwa alam 
    semesta akan merespon apa yang ada dalam pikiran manusia karena adanya koneksi dan bahwa 
    Tuhan adalah apa yang diprasangkakan oleh makhluk ciptaanNya. Berprasangka baik juga 
    menghindarkan diri dari dosa dan mengurangi stress, ya lagi-lagi stress karena sumber stress itu 
    dari pikiran dan hati seseorang yang akhirnya melahirkan sakit. Jadi saat ini sebisa mungkin saya 
    berusaha untuk berprasangka baik atau tidak berprasangka sama sekali dengan mengalihkan 
    perhatian.
  
10.  Lebih Banyak Membaca Buku Dari Pada Social Media 

      Selain olahraga yang sudah lama sekali saya lakukan, membaca buku juga hal yang sudah lama
      saya tidak lakukan meskipun dari dulu saya juga bukan seseorang yang suka membaca buku tapi
      paling tidak dalam satu bulan ada satu buku baru yang saya baca, untuk pilihan jenis buku saya 
      lebih suka membaca buku motivasi diri atau biografi karena saya lebih suka cerita yang nyata 
      dibandingkan fiksi, kalaupun fiksi saya membaca cerita yang ringan yang dekat dengan realita
      kehidupan bukan cerita -cerita seperti Harry Potter atau Twilight, saya lebih memilih untuk 
      menonton secara visual dibandingkan membaca. Nah karena sekarang ini saya lebih suka nonton 
      youtube, membaca artikel di blog atau di web tertentu , juga memanjakan mata di instagram saya 
      jadi jarang banget baca buku dan mengerjakan hal lainnya selain "mager" di depan HP. 
      Memang mengasyikkan kalau sudah pegang HP suka lupa waktu, tapi kalau liat orang lain 
      yang begitu saya sebel banget sepertinya orang lain pun akan merasa hal yang sama saat melihat 
      saya hanya pegan HP aja dalam waktu yang lama. Kebiasaan ini harus saya rubah, dengan
      membatasi kontak saya dengan HP salah satunya dengan membuat jadwal , hanya di jam-jam 
      tertentu saya bisa menggunakan smartphone saya dalam satu hari, ini juga akan berdampak 
      baik untuk anak-anak saya dalam mengurangi screen time. 

Lumayan banyak juga ya, yang harus saya capai sejak menginjak usia 30 tahun yang pasti apa yang saya ingin rubah dan capai adalah hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari bukan hal-hal yang muluk-muluk karena semakin dewasa dan memiliki anak-anak hal-hal yang menjadi prioritas justru adalah hal yang mendasar karena diaplikasikan setiap hari, setiap waktu sesuatu yang berulang-ulang karena akan menciptakan kebiasaan yang menjadi sifat dan budaya generasi saya seterusnya. Jika saya ingin kelak anak-anak saya menjadi orang yang beradab , maka saya harus memulai dari diri saya sendiri, dari hal- hal kecil dan dilakukan berulang-ulang. 


Semoga apa yang saya bagikan hari ini bisa memberikan inspirasi bagi siapapun yang membaca, 
kalau ada yang mau share tentang hal-hal yang mau dirubah atau di capai di usia yang baru boleh di share yah, siapa tau bisa jadi masukan untuk saya juga. 

Thanks for reading :)



                                                                                                            FIT2FANCY







3 comments:

Post a Comment

Search This Blog

http://users.instush.com/ajax-api/blogger-gadget.aspx?src=%2F%2Fusers.instush.com%2Fbee-gallery-v2%. Powered by Blogger.

Follow by Email

Mom of two who loves beauty and nature // passionate about writing

There was an error in this gadget