Healthy Lifestyle, Beauty , MOM101

Tuesday, 18 July 2017

Tips Jitu Menghadapi Anak Tantrum by Irna Nurul Fatimah

Minggu lalu saya mengikuti sebuah acara parenting sharing yang diadakan oleh productive mama's di sebuah preschool baru di daerah pejaten.  Sempat ragu untuk datang karena kondisi badan yang sedang tidak fit, baru semalam saya terkena flu tapi rasanya sayang kalau melewatkan acara ini karena topiknya "Saya banget" .

Akhir-akhir ini saya agak kewalahan menghadapi anak pertama saya yang satu bulan lagi menginjak usia 3 tahun.  Apa yang membuat para ibu kewalahan menghadapi batita adalah saat mereka tantrum, sebenarnya sudah sejak anak saya berusia 2 tahun terlihat emosi anak tidak terkendali, tapi saat itu masih cuek ya biasa kan anak-anak kalau ga nangis ya tidur tapi setelah saya banyak baca-baca dan ngobrol dengan sesama mommy ternyata itu adalah gejala anak mulai tantrum. Bagi ibu-ibu yang sabar tentunya mereka bisa menghadapi ini dengan lebih mudah dibanding saya yang mudah emosi dan ga sabaran, jadi kalau anak saya sedang tantrum kalau ga marah ya buru-buru kasih apa yang dia mau biar cepat selesai nangisnya atau memberi hukuman kalau masih nangis. (My bad, but who's with me ?)

Marsa 2.5 Tahun


Karena sebagai ibu saya ingin anak saya menjadi anak yang baik, maka sayapun ingin menjadi orang yang lebih baik. Karena usia 0-5 tahun adalah usia emas dimana perkembangan anak sangat baik untuk dibentuk terutama perkembangan karakter dan kepribadiannya, maka masalah tantrum itu harus di tangani dengan tepat jangan sampai anak menjadi pribadi yang suka marah, cengeng, atau punya trauma tersendiri bahkan sampai mendendam karena tanggapan yang salah oleh orang tuanya. Benar saja saya tidak melewatkan pertemuan minggu lalu karena disitu dibahas bagaimana cara yang baik dan efektif bagi orang tua dan anak dalam menghadapi drama "tantrum".

Pertama, sebagai orang tua kita wajib mengetahui kenapa anak tantrum dan alasan utamanya karena anak sedang mencari perhatian orang tuanya. Alasan lain adalah ketika anak tidak tahu bagaimana cara menyampaikan apa yang dia inginkan atau dia rasakan saat itu, bisa karena lapar, ngantuk, bosan, atau lainnya. Durasi anak saat tantrum berbeda-beda ada yang cukup 10-15 menit, bahkan ada yang sampai berjam-jam. Nah, jika pada saat anak tantrum orang tua terutama ibu dalam kondisi yang tidak siap menghadapi itu disarankan untuk pergi keluar ambil waktu untuk menenangkan diri dan melakukan hal-hal yang disenangi atau mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis-manis supaya mood ibu kembali baik dan siap menghadapi anak yang tantrum. Dengan begitu emosi ibu tetap terjaga tidak perlu marah terhadap anak, dan bisa tetap tenang.

Tips selanjutnya, hindari keterlibatan orang lain saat anak tantrum karena itu akan mengecoh perhatian anak, jika tinggal dengan orang lain dirumah misal dengan orang tua, pengasuh, sebaiknya kompromi dengan mereka agar tidak ambil peranan ketika anak sedang tantrum dan sengaja di diamkan , namun terkadang kakek atau neneknya tidak bisa tahan karena kasihan , tips nya adalah biarkan kakek atau neneknya yang mendiamkan tapi bukan kita ibunya. Hal ini juga akan mengajarkan  konsistensi ke anak. Anak itu perlu diajarkan berulang-ulang agar paham dan terekam betul dalam ingatannya. Untuk menghindari intervensi dari pihak lain seperti kakek atau nenek yang tentunya kita sebagai anak merasa tidak enak untuk menolak saran mereka , maka sebaiknya pindahkan anak yang sedang tantrum bersama kita dalam satu ruangan yang aman jika ia sampai naik-naik atau lompat-lompat.

cara memberhentikan anak tantrum - tidak ada yang disarankan dan sebaiknya tidak. Ini masuk ke alasan anak tantrum karena tidak tau cara menyampaikan apa yang dia inginkan dan rasakan, memberhentikan anak tantrum seperti memberhentikan seseorang yang sedang marah atau menangis tanpa ada penyelesaian akhirnya emosi itu akan terpendam dan akan mempengaruhi psikologisnya apalagi bila ditangani dengan cara yang salah seperti marah-marah atau memberi hukuman. Jadi sebaiknya biarkan anak tantrum sampai selesai jika sudah selesai barulah kita bertanya kenapa dan ada apa lalu membuat anak merasa lebih tenang dengan cara di peluk dan di berikan ciuman dengan begitu anak akan merasa nyaman dan lega.

Tips terakhir - menangani anak tantrum di tempat umum seperti mall, siapa yang pernah mengalami hal ini ? saya rasa pasti banyak yah, termasuk saya apalagi kalau anak-anak sudah bisa minta dibelikan sesuatu yang random tapi ga kesampaian, anak saya pernah tiba-tiba berhenti dan duduk ditengah jalan sama sekali ga mau diangkat. Pada saat itu saya bingung dan panik, lalu menggendong dengan paksa dan anak saya menangis keras-keras. Untuk sebagian orang tua yang tidak tahan dengan perilaku anak ditempat umum dan tidak tahan dengan tatapan orang-orang disekitar ada dua pilihan marah-marah ke anak sambil dibawa pergi atau menuruti kemauan si anak agar diam. Cara itu memang efektif seketika tapi efeknya sangat tidak baik, anak tantrum di tempat umum adalah hal yang sering terjadi meskipun menarik perhatian orang tapi bagi sesama orang tua mereka pasti paham dan tidak heran jadi sebaiknya tetap tenang dan memberlakukan satu aturan, cara preventive adalah pergi dengan anak ketempat umum, seperti mall atau tempat rekreasi infokan ke anak apa yang akan di beli dan dilakukan ditempat tersebut dan beri kesepakatan pada anak untuk tidak meminta hal lain selain yang sudah dijanjikan aturan ini harus di ulang-ulang agar anak paham dan menjadi terbiasa, bagaimana bila tidak bisa dihindari ? tertibkan dengan aturan hukuman stroller, jika anak tantrum di tempat umum maka mau tidak mau ia harus duduk di stroller sampai tantrumnya mereda.  Sepertinya akan sulit bagi orang tua yang tidak bisa cuek dengan tatapan orang-orang sekitar yang merasa tertanggu dengan teriakan atau tangisan anak, tapi demi disiplin yang baik dan lagi-lagi efek yang baik bagi anak kedepannya,sebaiknya orang tua harus sabar dan tidak memperdulikan orang-orang sekitar yang melihat kearah kita seolah berkata " bu, itu anaknya di diamkan!"

Nah itu semua tipsnya, tanpa bermaksud menggurui atau mengulang informasi yang mungkin teman-teman sudah tahu sebelumnya karena tips diatas adalah hal-hal yang dibagikan oleh mba Irna , sebagai pembicara dari productive mama's. Mba Irna sendiri memiliki empat orang anak yang di asuh tanpa bantuan nanny ataupun orang tua. Kalau teman-teman mau kenalan dengan mba Irna bisa liat profilnya disini.

Terima kasih yang sudah membaca sampai tuntas, semoga bermanfaat dan boleh loh sharing di komentar  kalau ada tips tentang tantrum, saya juga mau belajar tips lain yang mungkin lebih efektif.


                                                                                                                                                   Fit2Fancy

                                                                                                                                 

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

http://users.instush.com/ajax-api/blogger-gadget.aspx?src=%2F%2Fusers.instush.com%2Fbee-gallery-v2%. Powered by Blogger.

Follow by Email

Mom of two who loves beauty and nature // passionate about writing

There was an error in this gadget